Gelora
itu hadir,
Tatkala
yang tercinta mendorong mendukung cita,
Terasa
beda,
Oh
amat beda,
Sempurna
mengundang asa yang sempat kelabu,
Namun,
Sekejap
saja ia mampu memudar,
Jika
sokongan tak lagi menawan mewarnai hati,
Pupus
oleh degupa tak menentu,
Rapuh
oleh pematah kalbu,
Entah,
Meskipun
begitu,
Janganlah!
Usirlah!
Kembali
menuju sasaran mimpi,
Dan
serahkan semua pada Ilahi []
Tidak ada komentar:
Posting Komentar