Selasa, 28 Januari 2014

Pulau Kenanga


Silir angin menghembus ujung kain jilbabku
membuatnya menari-nari serasa di tepian pantai
gemericik air yang saling berbenturan, menjadi ombak
riuh menemani kesendirian

Tatapanku menerawang ke dasar lautan
seolah tenggelam amat sangat dalam
berenang kian kemari bersama kekawanan lumba betina
lalu, menghayal bersama

Tak terasa begitu lama termenung
Suara kapal berbunyi pertanda akan merapat
Mengusik kenangan indah yang tengah kuselami
Bersama mereka yang kurindui

Sahabat,
Inilah pelabuhan kita, pulau terindah kita,
Di mana aku, dan kamu, dipertemukan, lalu dipisahkan,
Harapku kini, semoga dipertemukan kembali,



Tidak ada komentar:

Posting Komentar