Silir angin menghembus ujung kain jilbabku
membuatnya
menari-nari serasa di tepian pantai
gemericik
air yang saling berbenturan, menjadi ombak
riuh menemani
kesendirian
Tatapanku
menerawang ke dasar lautan
seolah
tenggelam amat sangat dalam
berenang
kian kemari bersama kekawanan lumba betina
lalu,
menghayal bersama
Tak
terasa begitu lama termenung
Suara
kapal berbunyi pertanda akan merapat
Mengusik
kenangan indah yang tengah kuselami
Bersama
mereka yang kurindui
Sahabat,
Inilah
pelabuhan kita, pulau terindah kita,
Di mana
aku, dan kamu, dipertemukan, lalu dipisahkan,
Harapku
kini, semoga dipertemukan kembali,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar