Minggu, 29 Desember 2013

NASIHAT



(Tanpa teks Arab)
Artinya :
Abu Ruqayyah, Tamim bin Aus Ad-Dari ra, berkata bahwa Nabi saw, bersabda, “Agama adalah nasihat” Kami bertanya, “Untuk siapa?” Rasulullah saw bersabda, “Untuk Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin kaum muslimin, dan orang-orang awam di antara kaum muslimin.” (HR. Muslim)

***
Agama adalah nasihat. Begitu yang termaktub dalam hadis Rasulullah saw. Memberikan nasihat adalah kewajiban bagi tiap-tiap muslimin. Sebab, nasihat merupakan tiang agama. Nasihat adalah Islam itu sendiri. Sementara Islam dilakukan melalui ucapan dan perbuatan. Dan diantara syaratsempurnanya iman adalah seorang muslim merasa senang jika saudaranya, muslim yang lain, mendapatkan kebaikan dan kemudahan seperti yang ia rasakan. Bentuk paling nyata adalah dengan menasihati dan membimbingnya pada kebaikan.
Imam Ibnu Al-Jauzy, dalam bukunya Shaidul Khatir berpendapat, “Tatkala nasehat-nasehat diperdengarkan kepada seseorang, seringkali muncul dalam dirinya suatu kesadaran spontan, namun tatkala ia keluar dari majelis ilmu hatinya kembali mengeras dan membatu.” Yang seperti itu dapat saja menimpa siapapun. Apalagi jika diri tak dapat mengatasi pengaruh-pengaruh duniawi. Namun, hanya yang memiliki kesadaran tinggi, berpegangan kokoh dengan prinsip, menerima sepenuh hati terhadap segala nasihat yang mereka terima, niscaya mereka tidak menoleh-noleh dan tersesat kemanapun lagi.
Atau mungkin, terkadang manusia hanya butuh pembiasaan. Nasihat yang pertama belum ampuh, maka carilah atau berilah nasihat yang kedua, hingga seterusnya dan seterusnya. Sampai nasihat-nasihat itu mampu menembus hati dan jiwa yang meskipun awalnya sangat keras. Sama halnya dengan batu. Ia keras, namun dapat dilubangi oleh tetesan air yang lembut, yang terus-menerus menetesinya.
Mengenai pelajaran-pelajaran pada hadis di atas, dalam Syarah Riyadus Shalihin telah diterangkan :
1.     Keharusan memberi nasihat kepada muslimin karena nasihat merupakan tiang agama.
2.    Adapun yang dimaksud dengan nasihat untuk Allah adalah beriman kepada-Nya dengan benar dan beribadah dengan ikhlas. Komitmen terhadap masalah ini, dalam setiap ucapan maupun perbuatannya, akan mendatangkan kebaikan bagi seorang muslim, di dunia dan akhirat.
3.    Nasihat untuk kitab Allah (Al-Qur’an) yaitu dengan beriman dengan kitab-kitab sebelumnya, beriman dengan apa-apa yang ada dalam kandungannya. Rutin membacanya, mengamalkan isinya, dan tidak sedikitpun mengubahnya, mengajarkannya kepada generasi muslim, menghafalnya, serta mentadaburinya.
4.    Nasihat untuk Rasulullah, yaitu mempercayai risalahnya, patuh pada perintah-perintahnya, berpegang teguh pada sunnahnya, mencontoh akhlaknya, serta ikut andil dalam penyebaran sunnah (hadits) di tengah-tengah masyarakat yang sering membantah dan memusuhi beliau.
5.    Nasihat untuk para pemimpin kaum muslimin, yaitu dengan mendukung mereka dalam kebenaran, patuh kepada mereka dalam hal yang tidak ada unsur maksiat kepada Allah dan Rasul-Nya, menegur mereka ketika mereka salah langkah, dan tidak melakukan pemberontakan selama mereka tidak kafir.
6.    Nasihat untuk kaum muslimin, yaitu dengan membimbing mereka untuk melakukan kebaikan dan menjauhi keburukan agar mereka bisa hidup bahagia di dunia dan akhirat.

 
Para ulama menyebut hadis ini sebagai siklus ajaran Islam karena hadis ini menghimpun semua kebaikan.
Dalam menasihati, tentu tidak semua orang mudah mendengarkan nasihat. Atau justru si pemberi nasihat itulah yang tidak menggunakan adab ketika memberi nasihat. Atau tidak mengetahui cara-cara jitu dalam nasihat-menasihati. Dalam hal ini, telah di ajarkan pada kitab Al-Wafi, bahwa “Diantara adab nasihat adalah menasihati saudaranya dengan tidak diketahui orang lain. Karena barangsiapa yang menutupi keburukan saudaranya, maka Allah akan menutupi keburukannya di dunia dan akhirat. Sebagian ulama berkata, ‘Barangsiapa yang menasihati seseorang dan hanya ada mereka berdua, maka itulah nasihat yang sebenarnya. Barangsiapa yang menasihati saudaranya di depan banyak orang, maka yang demikian itu mencela dan merendahkan orang yang dinasihati.’” Fudhail bin Iyadh berkata, “Seorang mukmin adalah orang yang menutupi aib dan menasihati. Sedangkan orang fasik adalah orang yang merusak dan mencela.”
Alhamdulillah, sedikit penjelasan mengenai hadis di atas. nasihat manasihatilah dengan kebaikan dan kesabaran. Nasihat yang paling baik adalah nasihat yang diberikan ketika seseorang dimintai nasihat. “Jika seseorang dimintai nasihat, maka nasihatilah” begitulah wajengan yang diberikan Nabi kepada umatnya. Dan semoga tulisan sederhana ini bisa menjadi nasihat untuk kita semua. Khususnya saya pribadi. :)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar