(Tanpa teks Arab)
Artinya :
Abu Ruqayyah, Tamim bin Aus Ad-Dari ra,
berkata bahwa Nabi saw, bersabda, “Agama adalah nasihat” Kami bertanya, “Untuk
siapa?” Rasulullah saw bersabda, “Untuk Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, para
pemimpin kaum muslimin, dan orang-orang awam di antara kaum muslimin.” (HR.
Muslim)
***
Agama adalah nasihat. Begitu yang termaktub
dalam hadis Rasulullah saw. Memberikan nasihat adalah kewajiban bagi tiap-tiap
muslimin. Sebab, nasihat merupakan tiang agama. Nasihat adalah Islam itu
sendiri. Sementara Islam dilakukan melalui ucapan dan perbuatan. Dan diantara
syaratsempurnanya iman adalah seorang muslim merasa senang jika saudaranya,
muslim yang lain, mendapatkan kebaikan dan kemudahan seperti yang ia rasakan.
Bentuk paling nyata adalah dengan menasihati dan membimbingnya pada kebaikan.
Imam Ibnu Al-Jauzy, dalam bukunya Shaidul
Khatir berpendapat, “Tatkala nasehat-nasehat diperdengarkan kepada seseorang,
seringkali muncul dalam dirinya suatu kesadaran spontan, namun tatkala ia
keluar dari majelis ilmu hatinya kembali mengeras dan membatu.” Yang seperti
itu dapat saja menimpa siapapun. Apalagi jika diri tak dapat mengatasi
pengaruh-pengaruh duniawi. Namun, hanya yang memiliki kesadaran tinggi,
berpegangan kokoh dengan prinsip, menerima sepenuh hati terhadap segala nasihat
yang mereka terima, niscaya mereka tidak menoleh-noleh dan tersesat kemanapun
lagi.
Atau mungkin, terkadang manusia hanya butuh
pembiasaan. Nasihat yang pertama belum ampuh, maka carilah atau berilah nasihat
yang kedua, hingga seterusnya dan seterusnya. Sampai nasihat-nasihat itu mampu
menembus hati dan jiwa yang meskipun awalnya sangat keras. Sama halnya dengan
batu. Ia keras, namun dapat dilubangi oleh tetesan air yang lembut, yang
terus-menerus menetesinya.
Mengenai pelajaran-pelajaran pada hadis di
atas, dalam Syarah Riyadus Shalihin telah diterangkan :
1. Keharusan memberi
nasihat kepada muslimin karena nasihat merupakan tiang agama.
2. Adapun yang dimaksud
dengan nasihat untuk Allah adalah beriman kepada-Nya dengan benar dan beribadah
dengan ikhlas. Komitmen terhadap masalah ini, dalam setiap ucapan maupun
perbuatannya, akan mendatangkan kebaikan bagi seorang muslim, di dunia dan
akhirat.
3. Nasihat untuk kitab
Allah (Al-Qur’an) yaitu dengan beriman dengan kitab-kitab sebelumnya, beriman
dengan apa-apa yang ada dalam kandungannya. Rutin membacanya, mengamalkan
isinya, dan tidak sedikitpun mengubahnya, mengajarkannya kepada generasi
muslim, menghafalnya, serta mentadaburinya.
4. Nasihat untuk
Rasulullah, yaitu mempercayai risalahnya, patuh pada perintah-perintahnya,
berpegang teguh pada sunnahnya, mencontoh akhlaknya, serta ikut andil dalam
penyebaran sunnah (hadits) di tengah-tengah masyarakat yang sering membantah
dan memusuhi beliau.
5. Nasihat untuk para
pemimpin kaum muslimin, yaitu dengan mendukung mereka dalam kebenaran, patuh
kepada mereka dalam hal yang tidak ada unsur maksiat kepada Allah dan
Rasul-Nya, menegur mereka ketika mereka salah langkah, dan tidak melakukan
pemberontakan selama mereka tidak kafir.
6. Nasihat untuk kaum
muslimin, yaitu dengan membimbing mereka untuk melakukan kebaikan dan menjauhi
keburukan agar mereka bisa hidup bahagia di dunia dan akhirat.
Para ulama menyebut hadis ini sebagai
siklus ajaran Islam karena hadis ini menghimpun semua kebaikan.
Dalam menasihati, tentu tidak semua orang
mudah mendengarkan nasihat. Atau justru si pemberi nasihat itulah yang tidak
menggunakan adab ketika memberi nasihat. Atau tidak mengetahui cara-cara jitu
dalam nasihat-menasihati. Dalam hal ini, telah di ajarkan pada kitab Al-Wafi,
bahwa “Diantara adab nasihat adalah menasihati saudaranya dengan tidak
diketahui orang lain. Karena barangsiapa yang menutupi keburukan saudaranya,
maka Allah akan menutupi keburukannya di dunia dan akhirat. Sebagian ulama
berkata, ‘Barangsiapa yang menasihati seseorang dan hanya ada mereka berdua,
maka itulah nasihat yang sebenarnya. Barangsiapa yang menasihati saudaranya di
depan banyak orang, maka yang demikian itu mencela dan merendahkan orang yang
dinasihati.’” Fudhail bin Iyadh berkata, “Seorang mukmin adalah orang yang
menutupi aib dan menasihati. Sedangkan orang fasik adalah orang yang merusak
dan mencela.”
Alhamdulillah, sedikit penjelasan mengenai
hadis di atas. nasihat manasihatilah dengan kebaikan dan kesabaran. Nasihat yang
paling baik adalah nasihat yang diberikan ketika seseorang dimintai nasihat. “Jika
seseorang dimintai nasihat, maka nasihatilah” begitulah wajengan yang diberikan
Nabi kepada umatnya. Dan semoga tulisan sederhana ini bisa menjadi nasihat
untuk kita semua. Khususnya saya pribadi. :)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar