Alhamdulillah,
pagi tadi memulai kembali liqo’ (pertemuan) dengan Murobbi beserta kawan-kawan,
setelah beberapa saat vakum dalam organisasi tersebut akhirnya bisa join
kembali dalam rangka menuntut ilmu serta mempererat silaturahm. Jujur saja,
tiap kali berkumpul bersama orang-orang shalih seperti mereka, selalu ada ghairah
positif yang muncul bertubi membentuk semangat dalam diri.
Langsung
saja yah, aku tak ingin berlama mengendapi ilmu yang baru kuperoleh. Meski tak
seluruhnya kuterima dengan jelas dan masih ada beberapa materi yang belum
kupahami, namun sedikit kucoba membagi, agar pohon tak sunyi tanpa kesegaran
buahnya yang lezat. hehe..
Murabbiku
pernah menyempatkan diri bersama kawan-kawannya berbondong menuju ke rumah
seorang ibu rumah tangga, sekaligus seorang anggota DPR yang memiliki sepuluh
orang anak, yang seluruhnya sudah hafal Al-Qur’an. Subhanallah! Beliau bernama
Wirianingsih. Sesampainya di sana
ibu wiwi menyampaiakan sedikit tausiyah yang menyangkut pada realita kehidupan
kita saat ini. Beliau mengaitkannya kepada sifat para kaum durjana yang tlah
tercatat dalam Al-Qur’an, yakni : Kaum Fir’aun, Haman, dan Qarun.
Benar
sekali, mereka adalah tiga dari beberapa contoh kaum yang tercatat sebagai kaum
pembangkang. Bahkan di era abad ke 21 sekarang pun telah banyak manusia-manusia
semacam mereka.
1.
Fir’aun >> Semua pasti sudah kenal siapa itu Fir’aun. Ya,
dia adalah sebutan dari seorang raja yang hidup pada zaman Nabi Musa as. Dia tercatat
dalam Al-Qur’an sebagai raja yang sombong, dan karna kesombongannya itulah ia
menyebut dirinya sebagai Tuhan, yang bisa menghidupkan dan mematikan. Berbagai cara
yang Nabi Musa pakai untuk membuktikan kepadanya bahwa ada Tuhan yang lebih
berkuasa, yang menghidupkannya lalu mematikannya lalu menghidupkannya kembali. Namun
kesombongan telah menutupi mata hatinya, hingga tak ada celah bagi masuknya
secercah hidayah.
Sepertinya
sudah bisa terlihat jelas ketika anda ingin menyocokkannya kepada sifat manusia
zaman kini. Ada
yang sombong karna jabatannya, sombong karna usahanya, sombong karna kekayaanya,
dan lain sebagainya. Padahal, semua itu tak lain adalah karunia dan ujian dari
Allah SWT.
2.
Haman >> Mungkin jarang ada tau cerita tentang Haman, aku sendiri belum
begitu mempelajari sejarahnya. Ia digambarkan sebagai seorang penghianat. Coba kita
cocokkan saja dengan kisah saat ini, tepatnya tragedi yang terjadi di Mesir. Seorang
mentri pertahanan yang diangkat langsung oleh sang Presiden, berkhianat dari
dalam, mencoba melengserkannya dengan cara yang keji dan tak berprikemanusiaan.
Begitulah sedikit contohnya, (kalo diterusin bisa nangis nanti :’(
3.
Qarun >> Seorang yang miskin papa yang diubah nasibnya oleh Allah menjadi
saudagar kaya raya. Kunci gudang emasnya saja bejibun. Tapi apa? Setelah harta
yang melimpah serta merta Allah berikan padanya, ia malah berkata, “ini adalah
hasil dari kerja kerasku selama ini!”. Yaps, dialah hamba yang termaktub dalam
kitab suci Al-Qur’an sebagai sosok yang sangat kufur dan tak pandai bersyukur. Hingga
akhirnya hartanya pun semua ‘ambless’ terkubur ke dalam tanah, sebagai balasan
nyata atas ketidaksyukurannya.
Inilah
saat yang tepat untuk mengintrospeksi diri, mungkin saja kita adalah qarun di
zaman modern ini. Kita tak pandai bersyukur atas karunianya, selalu merasa
kurang, suka mengingikan dan mencari yang tak ada, padahal yang ada belum
sekalipun diterima dan disyukuri keberadaanya. Lihatlah Nabi Sulaiman as. Ketika
hidupnya Allah menganugrahinya harta yang berlimpah ruah, namun ia berkata, “hadza
min fadhli Rabbi liyabluwani aasykuro am akfur”.
Demikianlah
tiga contoh daripada kaum yang tlah dicap sebagai kaum durjana. Meski begitu,
selalu ada cara demi menghindari kedurjanaan kita terhadap Tuhan, yakni dengan
iman dan amal shaleh :)
“Demi
masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang
yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan saling nasehat-menasehati supaya
mentaati kebenaran dan nasehat-menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al-Ashr).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar