Minggu, 01 September 2013

Tiga Kaum Durjana


Alhamdulillah, pagi tadi memulai kembali liqo’ (pertemuan) dengan Murobbi beserta kawan-kawan, setelah beberapa saat vakum dalam organisasi tersebut akhirnya bisa join kembali dalam rangka menuntut ilmu serta mempererat silaturahm. Jujur saja, tiap kali berkumpul bersama orang-orang shalih seperti mereka, selalu ada ghairah positif yang muncul bertubi membentuk semangat dalam diri.

Langsung saja yah, aku tak ingin berlama mengendapi ilmu yang baru kuperoleh. Meski tak seluruhnya kuterima dengan jelas dan masih ada beberapa materi yang belum kupahami, namun sedikit kucoba membagi, agar pohon tak sunyi tanpa kesegaran buahnya yang lezat. hehe..

Murabbiku pernah menyempatkan diri bersama kawan-kawannya berbondong menuju ke rumah seorang ibu rumah tangga, sekaligus seorang anggota DPR yang memiliki sepuluh orang anak, yang seluruhnya sudah hafal Al-Qur’an. Subhanallah! Beliau bernama Wirianingsih. Sesampainya di sana ibu wiwi menyampaiakan sedikit tausiyah yang menyangkut pada realita kehidupan kita saat ini. Beliau mengaitkannya kepada sifat para kaum durjana yang tlah tercatat dalam Al-Qur’an, yakni : Kaum Fir’aun, Haman, dan Qarun.

Benar sekali, mereka adalah tiga dari beberapa contoh kaum yang tercatat sebagai kaum pembangkang. Bahkan di era abad ke 21 sekarang pun telah banyak manusia-manusia semacam mereka.

1. Fir’aun >>   Semua pasti sudah kenal siapa itu Fir’aun. Ya, dia adalah sebutan dari seorang raja yang hidup pada zaman Nabi Musa as. Dia tercatat dalam Al-Qur’an sebagai raja yang sombong, dan karna kesombongannya itulah ia menyebut dirinya sebagai Tuhan, yang bisa menghidupkan dan mematikan. Berbagai cara yang Nabi Musa pakai untuk membuktikan kepadanya bahwa ada Tuhan yang lebih berkuasa, yang menghidupkannya lalu mematikannya lalu menghidupkannya kembali. Namun kesombongan telah menutupi mata hatinya, hingga tak ada celah bagi masuknya secercah hidayah.

Sepertinya sudah bisa terlihat jelas ketika anda ingin menyocokkannya kepada sifat manusia zaman kini. Ada yang sombong karna jabatannya, sombong karna usahanya, sombong karna kekayaanya, dan lain sebagainya. Padahal, semua itu tak lain adalah karunia dan ujian dari Allah SWT.

2. Haman >> Mungkin jarang ada tau cerita tentang Haman, aku sendiri belum begitu mempelajari sejarahnya. Ia digambarkan sebagai seorang penghianat. Coba kita cocokkan saja dengan kisah saat ini, tepatnya tragedi yang terjadi di Mesir. Seorang mentri pertahanan yang diangkat langsung oleh sang Presiden, berkhianat dari dalam, mencoba melengserkannya dengan cara yang keji dan tak berprikemanusiaan. Begitulah sedikit contohnya, (kalo diterusin bisa nangis nanti :’(  

3. Qarun >> Seorang yang miskin papa yang diubah nasibnya oleh Allah menjadi saudagar kaya raya. Kunci gudang emasnya saja bejibun. Tapi apa? Setelah harta yang melimpah serta merta Allah berikan padanya, ia malah berkata, “ini adalah hasil dari kerja kerasku selama ini!”. Yaps, dialah hamba yang termaktub dalam kitab suci Al-Qur’an sebagai sosok yang sangat kufur dan tak pandai bersyukur. Hingga akhirnya hartanya pun semua ‘ambless’ terkubur ke dalam tanah, sebagai balasan nyata atas ketidaksyukurannya.

Inilah saat yang tepat untuk mengintrospeksi diri, mungkin saja kita adalah qarun di zaman modern ini. Kita tak pandai bersyukur atas karunianya, selalu merasa kurang, suka mengingikan dan mencari yang tak ada, padahal yang ada belum sekalipun diterima dan disyukuri keberadaanya. Lihatlah Nabi Sulaiman as. Ketika hidupnya Allah menganugrahinya harta yang berlimpah ruah, namun ia berkata, “hadza min fadhli Rabbi liyabluwani aasykuro am akfur”.

Demikianlah tiga contoh daripada kaum yang tlah dicap sebagai kaum durjana. Meski begitu, selalu ada cara demi menghindari kedurjanaan kita terhadap Tuhan, yakni dengan iman dan amal shaleh :)

“Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan saling nasehat-menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat-menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al-Ashr).
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar