Jumat, 26 September 2014

Pelitaku

Kala malam menggelayut sunyi, insan kebanyakan sedang berkemul hendak menutup hari, namun disebagian lain sekawanan peri tengah menghidupkan sepi, mengalahkan sahutan jangkrik, mencampakkan keheningan menebarkan kedamaian.

Tak terasa sudah hampir tiga tahun lamanya bersama mereka, menghidupkan hari-hari kami dengan Al-Qur’an. Belajar, berkisah, membaca, menghafal, mentadabbur, yang semua itu berkaitan dengan Al-Qur’an. Hingga sedikit demi sedikit, perasaan cinta dalam hati mereka tumbuh bersemi untuk Al-Qur’an, tak lain karena interaksi yang tak terbatas dan terus-menerus. Seketika malam itu kucoba melontarkan pertanyaan sederhana kepada mereka,

“mengapa ingin menghafal Al-Qur’an?”
“karna ingin masuk syurga!” jawab salah seorang anak.
“karna ingin dicintai Allah!” jawab yang lain.
“ingin memberikan mahkota cahaya kepada kedua orangtua!”
“ingin naik ke syurga tertinggi!”
“karna ingin sekolah beasiswa!”

Terharu, saat mendengar jawaban dari masing-masing sosok polos mereka. Ternyata hadis-hadis keutaman yang biasa di sampaikan telah membentuk motivasi dalam nuraninya. Tak heran jika peluh bening itu seringkali mengalahkan ajakan sekawanan lain yang tengah bermain. Namun namanya anak-anak tetaplah kodrati mereka, melihat teman yang lain bermain adalah godaan terbesar bagi para bocil itu ^_^


Tidak ada komentar:

Posting Komentar